Indonesian Youth Day 2023

Youth Day 2023, Indonesian Youth Day 2023, Palembang, Sorong-Papua, Oscar Baskoro, Aplikasi Peduli Lindungi, Audrey Vanessa.

Muda adalah kekuatan. 
Kita kerap mendengar. Bahkan menggunakan istilah itu. Namun, kadang "lupa" atau tidak tahu bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah yang terjadi pada perhelatan akbar Indonesian Youth Day (IYD).

Indonesian Youth Day sebuah kegiatan akbar untuk Orang Muda Katolik (OMK)  di Indonesia. Kegiatan ini merupakan kegiatan per lima tahun yang dilaksanakan di keuskupan terpilih di 37 Keuskupan se-Indonesia.

Kali ini, aku mendapat satu keberuntungan bisa mengikuti IYD 2023 di Palembang pada 26-30 Juni 2023 tepatnya di Jakabaring Sport City. Satu kesempatan langka, pasalnya tidak semua OMK bisa mengikuti kegiatan ini. Paling saja, 1 Paroki di satu Keuskupan mewakili 1 atau paling banyak 2 orang saja. Aku berasal dari Keuskupan Sanggau, di mana IYD pertama kali dilaksanakan di Indonesia ( 2012). IYD kedua dilaksanakan di Keuskupan Manado (2016).

Ada juga seminar dari bintang tamu, yaitu Kak Oscar Baskoro pembuat Aplikasi Peduli Lindungi, Polisi cantik Marselina atau Akiau, dan Miss Indonesia 2022, Audrey Vanessa. Kegiatan penutupan IYD 2023 sangat meriah ditambah Theme Song IYD Palembang 2023 yang terngiang-ngiang di telinga berjudul “Bangkit dan Bersaksilah!”

Sebagai Orang Muda Katolik, (OMK) kegiatan ini sangat bermanfaat untukku. Alasan sederhana adalah bisa menginjakan kaki di tanah Sriwijaya, yang terkenal sekali dengan makanan khas pempeknya. Anak Muda siapa sih yang tidak suka jalan-jalan?

Itu alasan sederhana, alasan luar biasanya, di sana aku menyadari bahwa Orang Muda Katolik itu ternyata banyak sekali. Bayangkan saja, dari 37 keuskupan ada kurang lebih 1500 peserta dalam kegiatan IYD Palembang 2023. Jujur, aku sangat terharu. Di benakku, ternyata banyak juga Orang Muda Katolik di Indonesia. Jadi, aku tidaklah sedikit susah mencari jodoh seiman.

Sebelum acara puncak dimulai, peserta mengadakan Devile dan opening ceremony dengan Misa. Kegiatan puncak IYD dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu materi dan outing. Materi merupakan melihat isu terkini yang dialami dunia dan gereja. Di sini dua kelompok besar dibagi, yaitu kelompok Maria dan Elisabet. Hari pertama kelompok  yang masuk di kelompok Maria ikut materi, dan Elisabet outing.

Materi yang disampaikan adalah hasil survei Militansi Iman OMK Indonesia, di mana ada banyak pertanyaan seputar keimanan OMK. Dari sajian survei serta data itu, kami setiap kelompok berdiskusi terkait masalah nyata yang dialami kami sendiri atau pun di lingkungan kami dan menjadi masukan untuk tim survei agar mengetahui pendampingan OMK Indonesia untuk ke depan.

Selain itu, kami juga belajar tentang lingkungan hidup. Kelompokku mendapat narasumber kak Quina dan Romo Ferry dari Keuskupan Bandung. Materi ini seputar melihat wajah lingkungan dunia saat ini, seperti perubahan iklim yang cepat, serta kerusakan-kerusakan alam yang telah terjadi.

Kegiatan di hari kedua kami adalah outing, di mana kami pergi berkunjung ke tempat-tempat yang ada di Palembang, bukan hanya tempat Katolik saja, namun tempat-tempat agama lain, dan tempat umum seperti panti jompo. Kelompokku mendapat kesempatan berkunjung ke salah satu gereja yang amat terkenal di suku Batak, yaitu HKBP. Pasti sudah pada kenal?

Siapa yang tidak kenal dengan gereja HKBP, gereja yang bukan hanya berdiri di tanah Batak saja, namun sudah berdiri di nusantara. Di sana kami mempelajari dasar berdirinya gereja HKBP dan belajar budaya Batak, dari kesenian, makanan, hingga aksara batak toba. Aksara Batak Toba membuat aku penasaran dan ingin belajar terus tentang aksara itu. Karena waktu yang sangat singkat, kepandaianku hanya sebatas menulis namaku dengan Aksara Batak Toba saja. Tapi, tak apalah yang penting sudah belajar mengenal sedikit dalam satu budaya baru yang sering aku tahu, tapi tak begitu mengenal isinya.

Tak hanya itu, kelompokku juga berkunjung ke sebuah gereja di tengah pusat bisnis di Palembang, bernama Gereja Hati Kudus Yesus. Gereja ini sangat unik, karena umat hampir semua adalah berdarah Tionghoa. Sejarah gereja ini pun cukup terkenal di Palembang. Ornamen gereja yang memperlihatkan ke-Tionghoa-an itu terlihat dari satu aksara Mandarin yang tertempel di dinding dekat Altar gereja.

Dari IYD aku menyadari bahwa banyak hal dapat kita pelajari dan ambil sebagai tempat saling menghargai perbedaan yang ada. Pada hakikatnya Orang Muda adalah kaum yang memulai menghargai perbedaan itu dan membawa serta meneruskannya untuk semua orang.

Penutupan kegiatan IYD Palembang 2023 dengan Misa Penutupan dan Pentas Seni dari perwakilan setiap regio. Regio dibagi menjadi, Regio Kalimantan, Jawa, Nusra, Sumatra dan Papua. 

Tidak hanya Pensi, ada juga seminar dari bintang tamu, yaitu Kak Oscar Baskoro pembuat Aplikasi Peduli Lindungi, Polisi cantik Marselina atau Akiau, dan Miss Indonesia 2022, Audrey Vanessa. 

Kegiatan penutupan IYD 2023 sangat meriah ditambah Theme Song IYD Palembang 2023 yang terngiang-ngiang di telinga berjudul “Bangkit dan Bersaksilah!”

IYD 2028 akan dilaksanakan di Sorong-Papua. Semoga ada kesempatan untuk ikut lagi di IYD selanjutnya! See You! (Tina Lie - Kontributor BorderNews)


LihatTutupKomentar
Cancel